PPG SM-3T UM VI Melaksanakan Pendidikan Karakter Wawasan Kebangsaan

Senin, 23 April 2018 | 21:54 WIB



Membangun Kohesi Sosial Potensi Keberagaman Masyarakat dalam Bingkai Bhineka Tunggal Ika. Tuntutan zaman terhadap profesi guru kian hari kian meningkat. Hal ini terlihat dari banyaknya kompetensi guru yang harus dipenuhi sebelum ia terjun ke lapangan. Mulai dari kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi sosial, dan kompetensi kepribadian. Pemerintah telah menyelenggarakan program Pendidikan Profesi Guru (PPG) pada Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk sebagai penyelenggara Program PPG. Salah satu LPTK penyelenggara program PPG tersebut adalah Universitas Negeri Malang.

Sabtu, 7 April 2018 Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (LP3) Universitas Negeri Malang mengadakan Pendidikan Karakter bertema Wawasan Kebangsaan. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula gedung H8 Lantai 2 LP3 Universitas Negeri Malang dan diikuti sekitar 140 mahasiswa program PPG SM-3T Angkatan VI. Kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan kompetensi kepribadian yang harus dimiliki oleh setiap calon pendidik.

Kegiatan wawasan kebangsaan yang dilaksanakan oleh LP3 UM dimoderatori oleh Bapak Drs. Ketut Diara Astawa, SH, M.Si. Hadir sebagai narasumber Drs. Suparlan A-Hakim, M.Si, dosen di Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Universitas Negeri Malang. Dalam kegiatan tersebut, Drs. Suparlan mengangkat tema “Membangun Kohesi Sosial Potensi Keberagaman Masyarakat dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika”. Tema ini diangkat karena menjadi hal yang sangat penting bagi calon pendidik untuk mampu menempatkan diri dalam lingkungan pendidikan yang dihuni oleh berbagai corak budaya Indonesia.

Drs. Suparlan mengutip hasil jajak pendapat dari koran Kompas yang menyajikan beberapa penyebab pemecahan bangsa. Di antaranya adalah pertikaian antar wilayah, suku, agama, pendukung partai politik serta pertikaian antar golongan ekonomi. Hasil refleksi dari penelitian tersebut, beliau juga menyatakan bahwa adanya acceptabilitas keberagaman masyarakat yang rendah, harmonisasi kinerja sosial mengalami masalah yang serius, kemampuan masyarakat dalam mengelola keberagaman sosial belum mencerminkan peran aktor pluralisme-multikurtural, kadar empati rendah dan prasangka sosial meningkat menjadi alasan terjadinya perpecahan bangsa. Berdasarkan data tersebut, dalam kegiatan wawasan kebangsaan, para mahasiswa Program PPG dibawa untuk berpikir lebih kritis dalam membentuk karakter diri agar terhindar dari penyebab-penyebab pemecahan bangsa.

Melalui kegiatan diskusi, seluruh anggota kelas diajak mengumpulkan nilai-nilai beda dan nilai-nilai sama yang diambil dari penyebab pecahnya suatu bangsa. Berdasarkan hasil diskusi tersebut, didapatkan kesimpulan bahwasanya tidak ada alasan bagi bangsa Indonesia yang bercorak pluralisme-multikultural untuk saling menjatuhkan dan mengalami perpecahan. Nilai-nilai beda yang ada dalam aspek-aspek kehidupan seperti agama, ras-etnis, suku, golongan ekonomi, dan lain-lain sudah memiliki tempat penerapannya masing-masing. Sedangkan untuk bersosialisasi dalam kehidupan bangsa yang pluralisme-multikurtural dapat menerapkan nilai-nilai sama. Nilai-nilai sama inilah yang menjadi potensi kohesi dalam kehidupan berbangsa.

Drs. Suparlan juga menunjukkan banyaknya potensi kohesi (hormonisasi) yang terdapat dalam tubuh bangsa Indonesia. Seperti mengembangkan rasa hormat kepada orang yang berbeda budaya, memberi kesempatan untuk bekerja sama dengan orang beragam etnis, mengembangkan kebanggaan terhadap warisan budaya, membangun komunikasi lintas budaya dan agama, membangun empati dan pengurangan prasangka terhadap keberagaman. Dengan begitu, dalam kehidupan bermasyarakat setiap mahasiswa Program PPG sebagai calon guru profesional diharapkan mampu membawa nilai-nilai sama dalam setiap aspek kehidupan tersebut tanpa menimbulkan perpecahan.

Reportase: Urfi Hanifah, PPG SM-3T Angkatan VI

Editor: Akhiruddin HaeR

Editor Final :Yektiningtyastuti

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *