Pelatihan Pembuatan Media Berbasis IT untuk Mahasiswa PPG UNJ

Senin, 23 April 2018 | 22:44 WIB


Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) terus mendukung keberlangsungan Program Profesi Guru (PPG) melalui berbagai kegiatan untuk mengembangkan kompetensi profesional mahasiswa Program PPG sebagai calon guru.

Pada hari Sabtu, 17 Maret 2018 diselenggarakan Pelatihan Media Berbasis IT di Aula Bung Hatta UNJ demi menunjang kompetensi guru yang profesional di era Revolusi Industri 4.0 ini. Hadir sebagai Narasumber pada kegiatan tersebut adalah Uwes A. Chaeruman, M. Pd, Kasi. Pendidikan Jarak Jauh Ditjen Belmawa Kemristekdikti, dengan moderator Dr. Khaeruddin, M. Pd. Pada kesempatan tersebut, Uwes memaparkan tentang pentingnya kehadiran media pembelajaran. “Pembelajaran active learning akan lebih baik jika dibarengi dengan media yang modern contohnya power point. Akan tetapi, menjadi permasalahan jika power point terlalu banyak paragraf yang justru mengganggu,” ujarnya.

Selain itu, Uwes juga membuka paradigma tentang penggunaan media. Hendaknya penggunaan media tersebut tidak melupakan karakter siswa yang menjadi fokus pembelajaran. “Kita harus paham bahwa active learning harus mengutamakan keaktifan siswa (student centered learning). Jangan sampai karena penggunaan media berbasis IT dalam proses pembelajaran oleh guru, justru menjadikan metode pembelajaran kembali ke  teacher centered learning,” katanya.

Untuk bisa membuat media berbasis IT yang baik diperlukan ilmu khusus. Lebih lanjut Uwes menyampaikan ada 6 Tips Rahasia membuat power point menarik. Uwes juga mengingatkan bahwa “Fungsi dari media adalah membuat sesuatu menjadi lebih mudah, bukan justru membuat sesuatu menjadi lebih rumit.”  Oleh karena itu, pembuat slide power point  harus memahami beberapa tips agar media pembelajaran yang diberikan dapat menjadi media yang layak dipresentasikan dan mampu membuat siswa tertarik dalam pembelajaran. Tips tersebut meliputi : optimalisasi proximity, pengaturan kontras, lakukan repetisi, focus of interest, utamakan visual, dan berikan ruang kosong.

Pada kegiatan pelatihan tersebut, selain mendapatkan materi, mahasiswa juga diajak untuk praktik langsung membuat power point menggunakan 6 tips rahasia tersebut.  Mahasiswa  Program PPG UNJ tampak sangat antusias untuk mempresentasikan hasil kerjanya kepada teman-temannya untuk dijadikan contoh dan dievaluasi bersama, serta mendapatkan masukan langsung dari narasumber agar tampilan slide power point  yang dibuatnya tampil lebih keren.

Pelatihan ini merupakan kegiatan yang sangat produktif, meskipun sebetulnya, hari Sabtu adalah merupakan waktu istirahat bagi mahasiswa Program PPG, setelah kegiatan yang padat di minggu tersebut. Desy Yuliani, salah satu mahasiswa Program PPG Matematika yang ikut dalam kegiatan tersebut menyampaikan “Pembelajaran hari ini sangat menarik karena dapat ilmu tambahan untuk membuat media yang lebih baik, khususnya membuat slide power point yang menarik, sehingga ketika nanti akan mengajar media yang disampaikan dapat menarik perhatian dari peserta didik. Melalui kegiatan ini saya bisa langsung praktik dalam pembuatan media yang menarik, sehingga materi yang diperoleh dapat langsung diimplementasikan.”

Rindina Ayuningtyas juga mengatakan bahwa pelatihan ini memang penting untuk mahasiswa Program PPG. “Pelatihan ini cukup menambah pengetahuan kita dalam ‘mempercantik’ power point yang kita gunakan,” Mahasiswa PPG Prodi Bahasa Inggris ini juga mengharapkan adanya pelatihan media berbasis IT yang lainnya lagi, selain pembuatan slide power point.

Pendapat lain juga disampaikan oleh Dina Mian Mahasiswa Progran PPG Bahasa Indonesia, “Kegiatan ini sangatlah menarik karena menyadarkan kami bahwa power point itu harus memfokuskan kepada kekuatan kata-katanya. Terlebih lagi, shape dalam power point yang sederhana itu dapat sangat menarik jika digunakan dengan optimal,” imbuh Mahasiswa Program PPG UNJ yang juga aktif dalam bidang teater ini.

Pelatihan media berbasis IT yang sangat berguna ini semoga terus berkelanjutan demi mencapai tujuan untuk membentuk guru profesional sebagai upaya konkret menghadapi era Revolusi Industri 4.0.

Reportase: Annisa Riris Saputri

Editor: Akhiruddin HaeR

Editor Final :Yektiningtyastuti

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *