Era Disrupsi, Guru Diajak Inovatif

Jumat, 1 Maret 2019 | 15:49 WIB


Ilustrasi guru mengikuti pembekalan PPG di Universitas Negeri Semarang. Foto: Humas Unnes

Guru profesional pada era disrupsi ialah guru yang lebih cakap mengubah pelajaran yang membosankan dan tidak inovatif menjadi pembelajaran multistimulan sehingga menjadi lebih me­nyenangkan dan menarik.

Untuk itu, dalam menguatkan literasi sekaligus mewu­judkan guru yang akrab terhadap era disrupsi, guru harus mulai mengubah cara me­reka mengajar, meninggalkan cara-cara lama yang dinilai kurang bisa mengakselerasi pemahaman dan prestasi siswa dengan cepat. Demikian harapan Rektor Universitas Negeri Semarang Prof Fathur Rokhman.

Era disrupsi merupakan masa di mana semua hal telah tercerabut. Hal itu salah satunya dikarenakan faktor kecanggihan teknologi yang merambah semua bidang. Inovasi dan keinginan untuk terus berbenah menjadi kunci penguasaan masa depan, tak terkecuali dalam bidang pendidikan.

Kepala Pusat PPG Unnes Agus Yuwono menuturkan, teknologi digital dapat membantu guru belajar lebih cepat dan lebih efektif. Namun, di sisi lain ia mengingatkan jika peran mendidik hanya bisa dilakukan oleh guru dan tidak bisa digantikan oleh mesin maupun kecerdasan buatan. Ada sisi karakter kemanusiaan dan jiwa mendidik yang melekat dalam unsur dan tujuan mendidik.

“Melalui literasi digital kita mampu berpikir kritis, kreatif, ino­vatif, memecahkan masalah, berkomunikasi dengan lebih lancar, dan berkolaborasi dengan lebih banyak orang,” ujarnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *