Guru Besar UPI Sarankan Pembenahan Undang-Undang Guru dan Dosen

Senin, 12 November 2018 | 21:02 WIB


 

Guru Besar pada Fakultas Ilmu Pengetahuan Sosial yang juga Kepala Pusat Kebijakan Publik, Inovasi Pendidikan, dan Pendidikan Kedamaian Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Cecep Darmawan, menilai perlu pembenahan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Sebab, menurut Cecep, setelah diberlakukannya UU tersebut, profesi guru menjadi profesi terbuka karena dapat diisi oleh siapa saja yang memiliki latar belakang pendidikan akademik S-1 dan tidak terbatas pada sarjana pendidikan.

Mengutip laman berita.upi.edu, dalam diskusi kelompok terfokus (FGD) di auditorium Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UPI, Jumat (9 November 2018), UU tersebut menjadi masalah tersendiri bagi lulusan dari lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK). Ia mencontohkan, UPI selama ini sudah melaksanakan kurikulum pendidikannya melalui model terintegrasi dan terpadu antara bidang ilmu murni dengan ilmu kependidikan.

Tradisi ini lebih dikenal dengan model konkuren (bersaingan). Sejak awal masuk perkuliahan, para mahasiswa sudah dibentuk watak, karakter, sikap, dan perilakunya sebagai calon pendidik sehingga suasana psikologis dan pedagogik telah terpatri pada diri mereka. Oleh karena itu, menurut dia, sudah selayaknya agar sarjana pendidikan alumnus UPI dapat otomatis ikut Pendidikan Profesi Guru (PPG). Itu dikarenakan UPI merupakan perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTNBH) yang dapat menyusun kurikulum yang memadukan pendidikan akademik dengan pendidikan profesi.

Ia menilai pemerintah mesti segera menata ulang UU Guru dan Dosen dan berbagai kebijakan profesi guru, agar prinsip keadilan bagi guru dapat terwujud. Ada puluhan ribu sarjana pendidikan yang dihasilkan oleh perguruan tinggi LPTK berpotensi menganggur karena jatah PPG Prajabatan masih sangat terbatas. Sesuai amanat UU tersebut, selayaknya penyelenggara pendidikan, baik swasta maupun negeri, hanya mengangkat guru-guru yang telah tersertifikasi melalui PPG.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *