Teknologi Makin Maju, Guru Dituntut Profesional

Senin, 29 Juli 2019 | 9:25 WIB


Sejumlah tokoh pendidikan nasional mengikuti Seminar Internasional Guru Profesional di Era Teknologi “Profesional Teacher Development in Digital Era for Making Indonesia 4.0”, di Trans Luxury Hotel, Jumat (19/7/2019).

Diharapkan, seminar internasional ini membawa semangat dan motivasi yang lebih besar dalam mengembangkan pendidikan Indonesia khususnya pada era digitalisasi dan Revolusi Industri 4.0 demi masa depan bangsa yang lebih baik.

Menurut Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Prof. Dr. Ismunandar, Ph.D., tantangan bangsa Indonesia adalah cepatnya perubahan yang dialami sekarang ini.

Di satu sisi, ini merupakan sebuah tantangan, tapi di sisi lain pula merupakan sebuah peluang. Karena otomatisasi, banyak pekerjaan hilang dan banyak orang yang akan kehilangan pekerjaannya. Tetapi studi menunjukkan, dari 15 negara di Asia Pasifik, Indonesia diproyeksikan mendapat keuntungan dari Revolusi Industri 4.0 jika produktivitas juga baik.

Sementara itu, Rektor Universitas Negeri Medan Prof. Syawal Gultom, M.Pd., yang mengawali sesi pertama seminar menjelaskan jika sampai hari ini LPTK belum siap dalam menghadapi tantangan tersebut.

Ia menegaskan, yang harus dilakukan adalah melakukan revitalisasi LPTK. Tetapi hal itu belum optimal karena biaya revitalisasi membutuhkan dana hingga Rp8 triliun.

Pada kesempatan yang sama Prof. Dr. Ainun Na’im membahas tentang Kebijakan Pengembangan Sumber Daya LPTK untuk menyiapkan Guru Era Revolusi Industri 4.0. Ia mengatakan, pekerjaan rumah untuk menjawab masalah penyediaan guru-guru produktif di SMK makin bertambah. Selain kurangnya guru, permasalahan lainnya adalah terlalu banyak jumlah SMK yang ada.

Pengembang aplikasi Novo Learning Maarten Dirks menutup sesi pertama diskusi dengan materi tentang “Development blended learning models in Teacher Profesional Education for making Indonesia teacher 4.0.”

Pada kesempatan berikutnya pada sesi kedua, Prof. Dr. Rina Indiastuti memaparkan Kebijakan Revitalisasi LPTK. Berikutnya, Prof. Christine C.M. Goh, Ph.D., dari NIE, NTU Singapore membahas tentang Enhancing Communication Skill for Making Indonesia Teacher 4.0. Sementara itu, Regional Director Asia D2L Nick Hutton memaparkan Blended Learning in Teacher Professional Education. (cm/dodiangga/*)

Berita disunting dari sumber awal: Sumber: http://berita.upi.edu/guru-profesional-di-era-teknologi/

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *