UNJ Bekali Peserta PPG Prajabatan dengan Bela Negara

Selasa, 29 Januari 2019 | 12:07 WIB


Pusat Sertifikasi dan Pendidikan Profesi (SPP) Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Selasa-Kamis, 22–24 Januari 2019 menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Bela Negara, bagi mahasiswa PPG Prajabatan Bersubsidi Gelombang III Tahun 2108/2019 yang diselenggarakan di Resimen Induk Kodam Jaya (Ridam Jaya), Jakarta.

Kegiatan Pelatihan Bela Negara ini dibuka secara resmi dengan upacara pembukaan yang dipimpin langsung oleh Kepala Urusan Pembinaan Operasional (Kaur Ops) Rindam Jaya dan di hadiri oleh Koordinator Pusat Setifikasi dan Pendidikan Profesi, Dr. Khaerudin, M.Pd. beserta staff LP3M UNJ. Upacara pembukaan tersebut diikuti sebanyak 150 mahasiswa PPG Prajabatan Bersubsidi Gelombang III yang dibagi menjadi beberapa regu dengan program studi yang berbeda-beda.

Pelatihan Bela Negara berada di bawah Depo Pendidikan (Dodik) Bela Negara Rindam Jaya. selama tiga hari mendatang, mereka akan dibekali materi tentang kedisiplinan, wawasan kebangsaan, wawasan nusantara, teori ada kepimpinan, cara memberi instruksi, cari berkomunikasi, sejarah perjuangan bangsa. ada pembonaan mental.

Selama pendidikan, peserta diwajibkan untuk tinggal di barak. Namun tidak seperti yang dibayangkan, barak-barak peserta latih cukup memadai. Setiap barak bisa berisi 30-50 orang, dengan tempat tidur tingkat untuk 2 orang. Terdapat juga lemari dan rak sepatu untuk peserta didik.

Para peserta didik bela negara memang juga merasakan bagaimana hidup teratur seperti prajurit TNI. Mulai dari jadwal bangun yang teratur, bimbingan jasmani (binjas), sampai merasakan makan ala militer. Di mako Rindam Jaya, terdapat 3 ruang makan. 2 dengan kapasitas besar, dan 1 kapasitas sedang. Kelas-kelas pun juga banyak, baik outdoor, indoor, maupun semi outdoor.

Untuk pendidikan fisik, ada sejumlah tower tinggi. Bisa untuk latihan turun tebing dan luncuran (flying fox). Selain itu juga ada perangkat halang rintang bagi peserta. Ini juga digunakan oleh para calon prajurit. Ada setidaknya 20 instrumen rintangan, seperti tiang condong, rayapan kawat berduri, jembatan goyang, balok tegak, dan dinding tegak. Lengkap dengan kolam rintangan untuk pendidikan para peserta. (RK/*)

Sumber: http://lp3m.unj.ac.id/?p=4001h

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *