Era Industri 4.0, Kualitas Guru Perlu Kajian Ulang

Senin, 16 September 2019 | 10:44 WIB


Dewan Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia menggelar acara Seminar Pengembangan Pedagogik Pendidikan Guru di Era Industri 4.0, Kamis (5/9) di Auditorium JICA FPMIPA UPI, Jln. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung.

Seminar tersebut menghadirkan narasumber dalam bidang pendidikan yang diantaranya, Prof. Fakry Gaffar, M.Ed., Prof. Dr. Sunaryo Kartadinata, M.Pd, dan Prof. Didi Suryadi, M.Ed, serta dimoderatori oleh Sekertaris Dewan Guru Besar UPI, Prof. Dr. Kokom Komalasari, M.Pd., seminar dihadiri oleh Sekertaris MWA UPI, para wakil rektor UPI, Ketua dan anggota Dewan Guru Besar, para dekan dan wakil dekan, serta para direktur dan wakil direktur UPI kampus daerah.

Dalam kesempatan tersebut, salah satu narasumber Prof. Dr. Mohammad Fakry Gaffar, M.Ed mengatakan sebagai negara besar tentunya kita memiliki harapan besar yaitu Bangsa yang bermartabat, sejahtera, adil dan makmur serta dihormati oleh bangsa bangsa di lain, semua itu tentunya bisa dicapai melalui pendidikan.

Dikatakan Prof. Fakry Gaffar bahwa peran guru dalam dunia pendidikan memiliki peran utama karena guru memiliki peran untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui proses pendidikan dalam sistem pendidikan nasional Indonesia. Namun saat ini masalahnya adalah LPTK dihadapkan dengan berbagai tantangan salah satunya menghadapi era Revolusi Industri 4.0. Oleh karena itu, masalah kualitas guru memerlukan kajian ulang. LPTK harus mempersiapkan guru yang memiliki fleksibilitas, mindset baru, dan memiliki kemampuan baru untuk menghadapi berbagai macam perubahan. Karena itu, profil guru pun tidak bisa kita samakan dengan guru jaman dahulu.

Dijelaskan Prof. Fakry Gaffar, permasalahan mendasar yang dialami oleh LPTK karena dampak dari Permenristekdikti adalah program kependidikan yang menghasilkan Sarjana Kependidikan tidak bisa diangkat sebagai pendidik profesional karena adanya Program Pendidikan Profesi (PPG), karena hanya lulusan PPG saja yang bisa diangkat sebagai guru. Di sisi lain, Program Sarjana Pendidikan 4 tahun adalah program pedidikan guru yang sudah established dan merupakan program utama seluruh LPTK negeri maupun swasta di Indonesia yang sudah lama berkontribusi dan menjadi aset nasional pendidikan bangsa di negeri ini.

Atas dampak tersebut, UPI menawarkan gagasan melalui sistem pendidikan guru terpadu, dimana semua Sistem Pendidikan Guru 4 tahun dan PPG dibangun menjadi satu kesatuan, sehingga Program Sarjana Pendidikan 4 tahun sebagai initial program pendidikan guru dengan kewenangan siap untuk diangkat menjadi guru pemula di persekolahan dan PPG sebagai program kelanjutan dari program Sarjana 4 tahun dalam arti pendalaman, perluasan dan penyempurnaan.

“Sistem pendidikan guru terpadu ini adalah bagaimana membangun conection antara Sistem Pendidikan Guru 4 tahun dan PPG menjadi satu kesatuan sehingga sistem pendidikan guru secara nasional kokoh dan kuat”, tegasnya. (DN/Ija)

Sumber: http://berita.upi.edu/pendidikan-guru-di-era-industri-4-0/

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *