PPG Dalam Jabatan Tahap II, Undiksha Mantapkan Pembelajaran Daring

Kamis, 11 April 2019 | 5:35 WIB


Singaraja- Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) kembali melaksanakan progam Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan tahap II. Melancarkan itu, ratusan peserta diberikan bimbingan teknis pembelajaran Dalam Jaringan (Daring), Rabu (10/4/2019). “Jumlah peserta program ini ada 137 orang. Terdiri dari tiga rombel PGSD dan dua rombel Pendidikan Teknik Informatika,” ungkap Koordinator PPG Undiksha, Drs. I Gede Nurjaya, M.Pd.

Disampaikan lebih lanjut, peserta tersebut seluruhnya berasal dari wilayah Bali. Mereka akan mengikuti Daring selama tiga bulan. Hasilnya menjadi penentu untuk melanjutkan ke tahapan selanjutnya, mulai dari loka karya di kampus, Program Pengenalan Lapangan (PPL) di sekolah mitra hingga ujian. “Ini mereka harus lulus. Jadi kami berikan bimtek dulu, supaya tidak ada kendala,” terangnya.

Peserta yang mengajar di sekolah negeri dan swasta itu harus mengikuti pembelajaran 13 SKS. Lebih banyak dari sebelumnya yang hanya 10 SKS. “Penambahan ini untuk mengurangi lamanya peserta meninggalkan sekolah. Kami berharap bisa diikuti dengan baik,” ucapnya. Sementara itu, khusus dari pihak Undiksha, ditegaskan sudah sangat siap, baik dari sisi sarana prasarana, tim teknis hingga dosen. “Pembelajaran Daring bukan hal baru untuk dosen. Sudah terbiasa melakukan itu. Biasanya kendala ada di peserta,” imbuh Nurjaya.

Pada Maret lalu, universitas dengan delapan fakultas ini juga melaksanakan orientasi awal PPG tahap satu dengan 313 peserta, terdiri dari program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD), Pendidikan Bahasa Inggris dan Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK). Selain dalam jabatan, Undiksha juga dipercaya melaksanakan PPG prajabatan bersubsidi, SM-3T, PPG dalam jabatan Guru Daerah Khusus (Gurdasus). Nurjaya yang juga sebagai dosen di Fakultas Bahasa dan Seni ini menyebutkan jumlah peserta setiap tahun juga cenderung naik. Tingkat kelulusannya pun menunjukkan trend positif, selalu  di atas rata-rata nasional. Pada 2018 mencapai 81,53 persen. Namun demikian terus diupayakan adanya peningkatan kualitas program. “Kami terus melakukan evaluasi, melakukan perbaikan terhadap kekurangan,” imbuhnya. (hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *